Surabaya, Seorang pria bernama Rama Wildan asal Pasuruan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah videonya yang menawarkan jasa penukaran uang baru viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat Wildan memiliki tumpukan uang baru dengan nominal yang mencapai miliaran rupiah. Hal ini memicu berbagai spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai keaslian uang yang beredar.
Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) serta pihak perbankan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Tim mendatangi ruko milik Wildan yang berlokasi di Jalan Raya Bangil-Pandaan, Kabupaten Pasuruan, untuk memastikan keaslian uang yang digunakan dalam jasa penukaran tersebut.
Pengecekan Keaslian Uang
Kasat Binmas Polres Pasuruan, Iptu Sunarti, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan apakah uang yang dimiliki Wildan asli atau palsu. “Kemarin viral di media sosial, kami melakukan pengecekan bersama untuk memastikan uang tersebut asli atau palsu, terutama karena saat ini marak penukaran uang baru menjelang Lebaran,” ujarnya, Selasa (25/3).
Dalam pemeriksaan yang dilakukan menggunakan alat Money Detector, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda pemalsuan pada uang tersebut. Pihak perbankan yang turut hadir dalam pengecekan pun memastikan bahwa uang miliaran rupiah milik Wildan merupakan uang asli yang beredar secara resmi di pasaran.
“Hasilnya, uang milik Wildan ini asli setelah dilakukan pengecekan. Tidak ditemukan indikasi pemalsuan,” tambah Sunarti.
Sumber Uang Baru yang Dimiliki Wildan
Dalam video klarifikasinya, Wildan menjelaskan bahwa miliaran rupiah dalam bentuk uang baru yang ia miliki diperoleh dari berbagai cara. Beberapa di antaranya adalah dengan membeli secara online serta mengerahkan timnya untuk melakukan penukaran di berbagai tempat. Ia juga menegaskan bahwa usahanya legal dan telah berjalan selama beberapa waktu.
Meskipun hasil pengecekan menunjukkan bahwa uang tersebut asli, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan penukaran uang baru. Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli, mengingatkan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri, ada kemungkinan oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum ini untuk mengedarkan uang palsu.
Imbauan Kepolisian dan Langkah Pencegahan
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menerima uang tunai. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek keaslian uang dengan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat melakukan penukaran uang di tempat-tempat resmi seperti bank untuk menghindari risiko mendapatkan uang palsu.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam menerima uang tunai. Pastikan keasliannya dengan metode 3D atau menukarkan uang di tempat resmi seperti perbankan,” katanya.
Untuk meningkatkan keamanan, Polres Pasuruan juga akan memperketat pengawasan terhadap jasa penukaran uang yang semakin marak menjelang Lebaran. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan perbankan untuk memastikan bahwa uang yang ditukarkan memiliki tanda keaslian dan pengemasan khusus agar lebih mudah dikenali oleh masyarakat.
Dengan adanya langkah antisipatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam melakukan transaksi dan tidak mudah tergiur dengan jasa penukaran uang baru yang belum terbukti keamanannya. Pengecekan keaslian uang sebelum digunakan menjadi langkah penting dalam menghindari potensi kerugian akibat peredaran uang palsu.